Anti Two block crane dan system kerjanya

“Anti two-block” adalah sensor sistem keamanan yang umum digunakan pada crane untuk mencegah terjadinya kondisi “two-block” atau block hook melewati batas pangkal boom crane. Two-block terjadi ketika main hook crane bertabrakan dengan body atau boom crane, sensor ini sangat penting karena dikhawatirkan dengan posisi boom crane yang Panjang operator tidak dapat melihat batas atas ujung hook crane, maka dengan sensor ini maka akan otomatis mengunci sytem handle up crane jika sudah  melewati batas.

Hight limit switch crane

Anti two block atau yg sering disebut juga A2B ini terhubung dengan Load Moment Indicator yang mempunyai system computer untuk mengolah data dan keselamatan bekerja pada crane. Sistem anti two-block bertujuan untuk mencegah terjadinya kondisi ini dengan memberikan peringatan atau menghentikan operasi crane jika blok kait utama mendekati atau menyentuh boom crane atau body crane. Sistem ini membantu mencegah kerusakan pada crane, peralatan, dan juga mengurangi risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat two-block.

CARA KERJA ANTI TWO BLOCK CRANE

Anti two-block merupakan fitur penting pada crane modern dan sering kali diwajibkan oleh regulasi keselamatan kerja di banyak negara. Sistem ini memastikan operasi crane dilakukan dengan aman dan mencegah kerusakan yang dapat terjadi karena two-block.

Sistem anti two-block pada crane bekerja dengan menggunakan sensor dan perangkat elektronik yang memantau posisi blok kait utama dan blok auxiliary atau block kecil.

Berikut adalah langkah-langkah umum bagaimana cara kerja sistem anti two-block crane:

  • Pemasangan Sensor: Sensor dipasang pada main hook dan auxiliary hook. Sensor ini biasanya menggunakan teknologi limit switch seperti proximity sensor atau sensor optik yang dapat mendeteksi jarak dan posisi relatif antara keduanya.
  • Pemantauan Jarak: Sensor akan terus memantau jarak antara main hook dan auxiliary hook selama operasi crane. Sensor ini mengirimkan sinyal elektronik berdasarkan posisi relatif antara kedua blok tersebut.
  • Peringatan atau Penghentian Operasi: Jika jarak antara main hook dan auxiliary hook mencapai titik yang dianggap berpotensi two-block, sistem anti two-block akan memberikan peringatan berupa alarm visual atau suara kepada operator crane. Operator akan mendapatkan peringatan bahwa mereka harus menghentikan penarikan atau penurunan kabel untuk menghindari kondisi two-block atau melewati batas akhir ujung seling.
  • Interlock atau Penghentian Otomatis: Pada beberapa crane, sistem anti two-block dapat dikonfigurasi untuk secara otomatis menghentikan operasi crane jika jarak antara kedua blok mencapai ambang batas yang ditentukan.A2B ini akan terhubung dengan LMI crane yang berfungsi mengolah data dan keselamatan pada crane. Ini memastikan crane tidak melanjutkan gerakan yang berpotensi membahayakan saat ada risiko two-block.

a2b

Penting untuk diingat bahwa cara kerja sistem anti two-block pada crane dapat bervariasi tergantung pada produsen dan model crane yang digunakan. Meskipun sistem ini dirancang untuk mencegah kondisi two-block, perawatan dan pemantauan rutin masih diperlukan untuk memastikan sistem bekerja dengan baik dan crane beroperasi dengan aman. Operator crane harus dilengkapi dengan pengetahuan dan pelatihan yang memadai untuk menggunakan sistem anti two-block dengan benar.

Jenis jenis anti two block crane

Dengan menggunakan sensor dan sistem kontrol yang tepat, sistem anti two-block pada crane dapat mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kondisi two-block yang berpotensi berbahaya. Hal ini membantu menjaga keselamatan operasi crane dan mengurangi risiko kerusakan peralatan. Penting bagi operator crane untuk memahami dan mengikuti petunjuk penggunaan sistem anti two-block serta melakukan pemeliharaan rutin agar sistem tersebut berfungsi dengan baik.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf Website terlindungi..!!!